Pages

Modal usaha kecil dan besar

Pinjaman keuangan untuk modal usaha besar dan kecil termasuk yang gratis sekalipun merupakan impian untuk setiap orang untuk memulai usaha apapun bentuknya.
Modal usaha kecil seperti loundry, fotocopy, warnet, cafe, cuci motor, bengkel dan lain sebagainya tentu membutuhkan modal sebelum memulai usaha yang akan dimulai.

Bagaimanapun kalau meminjam pastilah yang utama adalah bank. Untuk usaha kecil bank biasanya juga memberi keringanan tetapi melihat dan survey dulu terhadap usaha apa yang akan dijalankan itu. Bank pasti meninjau dulu seberapa besar modal yang akan dibutuhkan sehingga berapa besar dana yang layak yang akan diberikan pinjaman untuk usaha tersebut.

Sebagaimana sifat dari bank pada umumnya yang akan melihat prospek usaha kita, jika tidak meyakinkan maka pihak bank akan menutup pintunya dan tentu sangat sulit untuk mendapat modal.Mereka juga tidak ingin yang berusaha gagal bayar alias kredit macet. Begitu sebaliknya jika usaha itu berprospek cerah justru pihak bank lah yang akan mengejar-ngejar kita.

Sebelum memulai usaha tentu memikirkan dengan matang untung rugi ketika usaha yang akan anda jalankan. Yang jelas adalah target market yang akan anda inginkan dari usaha tersebut. Jelas siapa kompetitor anda yang menjalankan usaha sejenis. Berapa daya serap pasar dengan barang atau jasa yang akan anda pasarkan, hitung-hitungannya harus jelas. Anda harus membuat perincian dengan jelas dan dipaparkan kepada pihak bank sebelum mereka survey sehingga bank akan mengalisa dengan proposal yang anda ajukan layak tidaknya pinjaman yang akan anda minta.

Untuk modal usaha kecil berbagai keringanan kemungkinan bisa didapat apalagi usaha yang didukung pemerintah untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah. Anda dapat menyesuaikan usaha yang akan anda mulai sehingga berbagai fasilitas bisa anda dapatkan sampai mudal yang gratis.

Tentu beda halnya dengan usaha besar, persyaratan tentu tidak semudah usaha kecil. Persyaratan dari pihak bank pun tentu lebih sulit. Banyak pengusaha besar meminta pinjaman dalam bentuk uang mata asing seperti dollar dengan harapan bunganya yang kecil. Resiko yang dihadapi juga tidak kalah besarnya dengan menguatnya dollar terhadap rupiah sehingga banyak pengusaha yang harus gulung tikar alias bangkrut. Hal ini seperti terlihat pada krisis moneter pada tahun 1998.

Tred menjadi usaha sendiri seharusnya dgalakkan kepada anak-anak muda pada sekarang ini karena umumnya mereka setelah selesai sekolah atau kuliah mereka mencari kerja atau menjadi pns. Persentasenya sangat sedikit setelah selesai studi mereka menjalankan usaha.
Padahal sebenarnya sebagai pengusaha sangat kecil persentase dengan jumlah penduduk indonesia.
Kurikulum di pendidikan tinggi juga seharusnya memasukkan kuliah dalam berusaha.

Tidak masalah kalau sarjana itu bekerja dahulu sehingga mengerti benar di dunia kerja dan seluk beluk dunia usaha dan akhirnya mereka kemudian bisa membuka usaha membuka lapangan kerja bagi orang lain.
Tentu hal ini tidaklah semudah yang diucapkan, tetapi dengan keinginan yang kerja keras banyak orang lebih sukses setelah pensiun atau keluar dari bekerja pada sebuah perusahaan dan memulai dengan usaha sendiri.



0 comments:

Post a Comment